KEMBALI GELAR AKSI: KAUM TANI PUNDENREJO MENGULTIMATUM KANTOR PERTANAHAN PATI SEGERA MENYATAKAN TANAH NENEK MOYANG YANG DIRAMPAS PG PAKIS/PT LPI SEBAGAI LAHAN KONFLIK

Pundenrejo, 04 Juni 2024- Puluhan kaum tani Pundenrejo dengan memakai caping tani dan banner-banner perjuangan yang tergabung ke dalam wadah perjuangan Gerakan Masyarakat Petani Pundenrejo kembali menggelar aksi di lahan nenek moyang mereka yang kini dirampas oleh Pabrik Gula Pakis/PT Laju Perdana Indah di Dusun Pule, Desa Pundenrejo, Kab Pati. Aksi yang dilakukan merupakan respon dari apa yang disampaikan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kab. Pati pada aksi Laku Melaku tanggal 30 s.d 31 Mei.

Sebelumnya, Kepala Kantor Pertanahan menyampaikan di depan masa aksi kaum tani Pundenrejo pada tanggal 31 Mei 2024 di depan Kantor Pertanahan, bahwa Kepala Kantor Pertanahan akan membuat surat yang akan dikirimkan kepada Menteri ATR/BPN RI perihal kondisi lahan nenek moyang yang dirampas PG Pakis/PT Laju Perdana Indah, Kantah akan menggambarkan kondisi konflik yang sampai dengan saat ini tak kunjung selesai.

Bahwa melihat apa yang disampaikan oleh Kepala Kantah Pati, Kaum Tani Pundenrejo menggelar aksi di lahan dan dibarengi dengan berkirim surat tuntutan kepada Kantah Pati, di dalam surat tersebut termuat tuntutan-tuntutan GERMPUN, tuntutan tersebut sudah seharusnya diakomodir oleh Kepada Kantah Pati di dalam surat yang akan disampaikan kepada Menteri ATR/BPN RI. Adapun tutuntutan tersebut antara lain:

  1. Bahwa Kami mendorong agar Kepala Kantor Pertanahan Kab. Pati menyatakan tanah nenek moyang kami yang dirampas PG/Pakis/PT Laju Perdana Indah merupakan lahan konflik;
  2. Bahwa kami mendorong agar Kantor Pertanahan Kab.Pati mendesak kepada Kementerian ATR/BPN RI untuk segera mencabut klaim PG. Pakis/PT Laju Perdana Indah di atas lahan kami dan segera meredistribukasikannya kepada kami;
  3. Bahwa kami mendorong kepada Kepala Kantor Pertanahan Kab. Pati untuk tidak menerima Permohonan izin baru dalam bentuk apapun dari PG.Pakis/PT Laju Perdana Indah di atas tanah nenek moyang kami;
    Bahwa tindakan perampasan lahan yang dilakukan PG Pakis terhadap kaum tani Pundenrejo seharunya menjadi perhatian negara. pasalnya konflik agraria yang tak kunjung usai membuat kami kaum tani Pundenrejo terus menerus hidup dalam pusaran kemiskinan struktural, kemiskinan yang menimpa kami merupakan dampak dari lahan garapan nenek moyang kami direbut oleh korporasi besar.

Apabila surat yang nanti dikirimkan kepada Menteri ATR/BPN RI tidak sesuai sebagaimana yang telah kami sampaikan hari ini melalui surat dan aksi di lahan, maka petani Pundenrejo akan melakukan upaya-upaya lain untuk terus memperjuangkan lahan yang dirampas PG Pakis/PT Laju Perdana Indah.

Narahubung
085200116027 (UDIN/GERMAPUN)
087709796976 (AB/LBH Semarang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *