Lawan Pemotongan Hak Atas Uang Pisah Oleh PT. Pantjatunggal Kniting Mill: 11 Orang Pekerja Perempuan Ajukan Gugatan Perselisihan Hak Ke Pengadilan Hubungan Industrial Semarang

25 June 2020

Pers Rilis

YLBHI - LBH Semarang


Lawan Pemotongan Hak Atas Uang Pisah Oleh PT. Pantjatunggal Kniting Mill: 11 Orang Pekerja Perempuan Ajukan Gugatan Perselisihan Hak Ke Pengadilan Hubungan Industrial Semarang


Semarang, (Kamis, 25 Juni 2020), 11 Orang Pekerja Perempuan dengan didampingi oleh Pengacara  Publik YLBHI - LBH Semarang mendaftarkan Gugatan Perselisihan Hak terhadap PT. Pantjatunggal Knitting Mill ke Pengadilan Hubungan Industrial Semarang, terkait adanya pemotongan uang pisah secara sepihak yang dilakukan oleh pihak Perusahaan selaku Pemberi Kerja. 


Gugatan perselisihan hak ini berawal ketika 11 orang pekerja perempuan tersebut, mengajukan surat pengunduran diri (resign) kepada PT. Pantjatunggal Knitting Mill yang telah disetujui sarta dilakukan perhitungan besaran uang pisah oleh pihak perusahaan untuk di bayarkan kepada Para Pekerja, sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 15 ayat (1) huruf (e) Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT. Pantjatunggal Knitting Mill dengan Pengurus Unit Kerja KSPN. 

 

Namun pada tanggal 25 September 2019, PT. Pantjatunggal Knitting Mill mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening masing-masing Para Pekerja guna pembayaran Uang penggantian pisah, dengan nominal yang tidak sesuai dengan ketentuan pasal 15 ayat (1) huruf (e)  dalam Perjanjian Kerja Bersama. 


Dalam konteks kasus ini, PT. Pantjatunggal Knitiing Mill melakukan pemotongan uang pisah sebesar 2% Perbulan terhadap masing-masing Pekerja dengan dalih telah diperhitungkan dengan pembayaran iuran jaminan pensiun yang telah di bayarkan oleh Perusahaan setiap bulanya kepada BPJS Ketenagakerjaan dalam kurun waktu 2015 sampai dengan 2019. 


Tindakan pemotongan uang pisah yang dilakukan oleh PT. Pantjatunggal Knitting Mill tersebut, jelas bertentangan dengan ketentuan Pasal 15 ayat (1) huruf (e) Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT. Pantjatunggal Knitting Mill dengan Pengurus Unit Kerja KSPN yang ditetapkan oleh kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang melalui surat keputusan: Kep.560/244/2018 tertanggal 12 Februari 2018. Dalam ketentuan Pasal diatas, disebutkan dengan jelas bahwa pekerja yang telah mengundurkan diri berhak untuk mendapatkan uang pisah yang meliputi: uang tali asih, cuti yang belum diambil, dan uang penggantian hak, perawatan pengobatan dan perumahan sebesar 15% dari pesangon dan penghargaan  masa kerja. 


YLBHI - LBH Semarang yang diwakili oleh Herdin Pardjoangan selaku kuasa hukum mengatakan bahwa, pemotongan uang pisah terhadap 11 orang pekerja perempuan tersebut, oleh PT. Pantjatunggal Knitting Mill adalah tindakan yang tidak berdasar secara hukum karena ketentuan PKB yang telah disepakati dengan pihak Pengurus Unit Kerja KSPN sebelumnya telah menyebutkan dengan sangat jelas jenis hak pekerja yang mengundurkan diri dan bagaimana cara perhitungan jumlah nominalya. Artinya, dengan demikian tidak ada alasan secara hukum yang membenarkan tindakan pihak perusahaan yang melakukan pemotongan uang pisah para pekerja. 


Apalagi sebelumnya telah ada anjuran yang dikeluarkan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang dengan Nomor 567/3522/2019 yang menyatakan bahwa, pihak perusahaan harus membayarkan secara penuh hak-hak para pekerja tersebut. Akan tetapi sampai dengan gugatan ini didaftarkan ke Pengadilan Hubungan Industrial Semarang PT. Pantjatunggal Knitting Mill tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan  kewajibannya. 


Berangkat dari uraian diatas, YLBHI-LBH Semarang selaku kuasa hukum dari para pekerja mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial Semarang dan meminta agar Majelis hakim yang memeriksa perkara tersebut untuk:


1. Menyatakan pemotongan uang pisah oleh PT. Pantjatunggal Knitting Mill terhadap para penggugat tidak sah dan bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku. 


2. Memerintahkan PT. Pantjatunggal Knitting Mill untuk membayarkan secara penuh kekurangan uang pisah kepada para penggugat.


Narahubung:

Herdin Pardjoangan

(0877 7206 9993) 

Alvin Afriansyah 

(089629028748)

Categories : Siaran Pers

Bagikan

Comment

Berita Utama