SIARAN PERS TIM ADVOKASI MELAWAN PENCEMARAN LINGKUNGAN PEKALONGAN

31 August 2021


Pekalongan, 31 Agustus 2021  Perlawanan masyarakat melawan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT Panggung Jaya Indah Tekstile (PT Pajitex), di Desa Watusalam, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan berujung kriminalisasi kepada 2 warga Watusalam yang melawan pencemaran lingkungan.

Bentuk Kriminalisasi tersebut berupa PT Pajitex melaporkan dua warga yang memperjuangkan lingkungan hidup yang baik dan sehat di Desa Warusalam, ke Polres Pekalongan Kota dengan tuduhan Perusakan.

Parahnya Polres Pekalongan kota setelah menerima laporan tersebut tiba-tiba melakukan pemanggilan kepada 2 warga yaitu Muhammad Abdul Afif dan Kurohman untuk memberikan keterangan sebagai Tersangka. Tanpa di dahului panggilan sebagai saksi kepada 2 warga pejuang lingkungan tersebut, dan sampai saat ini pun surat penetapan tersangka tidak pernah diberikan kepada 2 orang tersebut.

Penetapan tersangka kepada dua warga pejuang lingkungan tanpa di dahului dengan pemanggilan dan dimintai keterangan sebagai saksi merupakan tindakan yang tidak sah, cacat hukum dan melanggar hukum karena tidak sesuai dengan Undang-Undang No 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No 6 Tahun 2019 tentang penyidikan tindak pidana, dan Undang-Undang No 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Selain itu penetapan tersangka kepada kedua warga pejuang  lingkungan tanpa di dahului dengan pemanggilan dan dimintai keterangan sebagai saksi merupakan tindakan Sewenang-wenang dan melanggar Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.

PT Pajitex merupakan pabrik tekstile yang melakukan proses pemintalan, penenunan, dan penyelesaian akhir tekstil berupa produk sarung. Sejak tahun 2006 PT Pajitex mulai membangun / mendirikan mesin boiler dan cerobong asap dengan bahan bakar batubara. Sejak saat itu operasi produksi yang dilakukan oleh PT Pajitex mulai mencemari lingkungan di sekitar pabrik dengan suara bising mesin boiler, asap tebal, berdebu dan berbau membuat masyarakat  di sekitar pabrik merasakan sesak nafas dan gatal-gatal ketika terkena asap dan debu batubara tersebut.


Berkali-kali warga menyampaikan keberatan, protes dan aduan ke PT Pajitex maupun ke pemerintah kabupaten Pekalongan. Namun sampai sekarang tidak ada upaya yang serius yang  dilakukan oleh Pemerintah kabupaten Pekalongan untuk menghentikan dan memberi sanksi kepada PT Pajitex dan PT PAJITEX justru menambah cerobong asap menjadi 3 yang memperparah pencemaran lingkungan.

Upaya kriminalisasi kepada pejuang lingkungan ditambah dengan proses yang tidak sah, cacat  hukum dan melanggar hukum adalah upaya pembungkaman kepada masyarakat yang sedang memperjuangkan lingkungan hidup merupakan tindakan Strategic Lawsuit Against Public Participation (SLAPP). Dan jelas tindakan tersebut bertentangan dengan Pasal 66 Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang menyebutkan bahwa "setiap orang yang memperjuangkan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat tidak dapat dituntut secara pidana maupun perdata."

Maka dari itu, dengan adanya penetapan tersangka yang dilakukan oleh Polres Pekalongan Kota kepada 2 warga pejuang lingkungan dengan cara yang tidak sah, cacat hukum dan melanggar hukum. Tim Advokasi Melawan Pencemaran Lingkungan Pekalongan mengajukan permohonan Pra peradilan ke Pengadilan Negeri Pekalongan dan menuntut :    

1.               Pengadilan Negeri Pekalongan menerima permohonan, memeriksa, mengadili, memutuskan dan Menyatakan tidak sah penetapan tersangka kepada 2 warga pejuang lingkungan yang melawan pencemaran PT  Pajitex;

2.                PT Pajitex segera menghentikan pencemaran lingkungan baik pencemaran air, udara, maupun suara;

3.                Bupati Pekalongan segera memberikan Sanksi kepada PT Pajitex dengan mencabut izin lingkungan PT Pajitex;

4.           Kepolisian Negara Republik Indonesia segera menghentikan proses kriminalisasi kepada warga pekalongan yang melawan pencemaran dan segera melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap dugaan tindak pidana pencemaran Lingkungan yang dilakukan oleh PT Pajitex di Pekalongan.

Tim Advokasi Melawan Pencemaran Lingkungan Pekalongan (LBH Semarang, Walhi Jateng, NET Attorney)

 

Narahubung :

Nico Wauran, LBH Semarang (085799120425)

Iqbal, Walhi Jateng :(088806061612)

Categories : Siaran Pers

Bagikan

Comment

Berita Utama