Siaran Pers YLBHI-LBH Semarang Wujudkan Peradilan Yang Adil Bagi Mahasiswa Papua

26 November 2019

Siaran Pers
YLBHI-LBH Semarang

Wujudkan Peradilan Yang Adil Bagi Mahasiswa Papua

"Prinsip Peradilan yang adil adalah indikator dari masih bersemayamnya keadilan di dalam ruang pengadilan"


Selasa, 26 November 2019 adalah sidang kedua bagi Nahason Lokobal. Nahason telah ditahan sejak 1 September 2019 dan sejak itu Nahason sama sekali tidak didampingi oleh Kuasa hukum, akibat nya Beberapa hak Nahason seperti salinan Berita Acara Pemeriksaan tidak diberikan. Sidang kedua pada hari ini adalah proses hukum pertama, dimana Nahason didampingi oleh kuasa hukum dari YLBHI-LBH Semarang.

Nahason adalah Mahasiswa di salah satu Universitas swasta di Semarang, yang pada tanggal 31 Agustus 2019 sekitar pukul 03.00 WIB diduga melakukan pencurian disalah satu hotel di daerah Ngesrep, Tembalang, Semarang. Nahason kemudian ditahan tertanggal sejak tanggal 01 September 2019.

Sejak saat penangkapan tersebut sampai pada saat ini Kuasa hukum mencatat beberapa prinsip-prinsip fair trial yang dilanggar dalam proses peradilan terhadap Nahason.

Beberapa prinsip fair trial tersebut antara lain ;
1. Terdakwa tidak didampingi oleh Penasehat hukum, padahal
Tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa diancam 7 tahun penjara, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 363 Ayat (1) ke-3 KUHP, sehingga Terdakwa wajib didampingi oleh Penasehat Hukum.
2. Surat Dakwaan Obscuur Libel (Dakwaan Kabur)
Surat dakwaan harus memenuhi syarat-syarat, (1) syarat formil, bahwa surat dakwaan harus menyebutkan identitas lengkap terdakwa, surat dakwaan harus diberi tanggal dan ditandatangani oleh Jaksa Penuntut Umum . (2) syarat Materiil, bahwa surat dakwaan harus menyebutkan waktu, tempat tindak pidana dilakukan, surat dakwaan harus disusun secara cermat, jelas dan lengkap.

Apabila kedua syarat diatas tidak dipenuhi maka surat dakwaan batal demi hukum. Kuasa hukum menilai surat dakwaan yang disampaikan oleh Penunutut umum tidak menguraikan kronologis peristiwa hukum dengan cermat, jelas dan lengkap.

Pada sidang kedua hari ini, Kuasa hukum menyampaikan nota keberatan (eksepsi) yang pada pokoknya memohon kepada Majelis Hakim untuk mengambil keputusan sebagai berikut ;
1. Menerima Nota Keberatan (eksepsi) dari Penasehat Hukum Nahason Lokobal
2. Menyatakan surat dakwaan yang ditujukan kepada Nahason Lokobal batal demi hukum
3. Menyatakan perkara a quo tidak diperiksa lebih lanjut
4. Memulihkan harkat martabat dan nama baik Nahason Lokobal
5. Membebankan biaya perkara kepada negara

Narahubung :
Naufal 085215333803
Cornel Gea 085727005445

Categories : Berita Utama

Bagikan

Comment

Berita Utama