Siaran Pers

22 October 2021

WARGA WATUSSALAM MERASA DIBOHONGI KEJARI KABUPATEN PEKALONGAN : PENANGGUHAN PENAHANAN HANYA JANJI PALSU




Pekalongan, 22 Oktober 2021 - Puluhan warga mendatangi Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan, kedatangan Warga Watusalam kali ini adalah untuk menjemput Saudara Muhammad Afif dan Kurohman yang sejak tanggal 15 Oktober 2021 ditahan di Rutan Lodji Kota Pekalongan. Warga Watusalam terus mendesak agar Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan menjalankan Komitmennya untuk mengusahakan mengabulkan permohonan penangguhan/pengalihan penahanan.

Sebelumnya pada tanggal 19 Oktober 2021 sebanyak 406 Warga, Mahasiswa, Tokoh masyarakat dan tokoh agama menjadi penjamin Muhammad Afif dan Kurohman sebagaimana Surat Permohonan Penangguhan/Pengalihan Penahanan yang dikirimkan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kota Pekalongan.

Dalam proses penjemputan, warga bersama mahasiswa melakukan aksi damai, pada aksi tersebut warga Watusalam bersama mahasiswa melakaukan pembacaan puisi, orasi, Istigosah, selain itu warga secara bersamaan melakukan pebacaan sholawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam hal ini Warga merefleksikan perjuangan Nabi Muhammad untuk membrantas kemungkaran/atauketidakadilan di muka bumi, sebagaimana Warga Watusalam yang hari ini sedang  menerima ketidakadilan ditandai dengan adanya pencemaran lingkungan serta kriminalisasi yang dilakukan oleh PT Pajitex.

Dengan adanya pembacaan Istigosah dan Pembacaan maulid Nabi Muhammad SAW serta banyaknya Solidaritas dari berbagai elemen masyarakat, warga berharap Ketua Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan terketuk hati nuranninya dan segera membebaskan kedua orang penjuang lingkungan tersebut. Karena pada dasarnya dua orang tersebut tidak bersalah sebagimana Pasal 66 UU PPLH Nomor 32, selain itu tindakan yang dilakukan oleh dua pejuang lingkungan tersebut merupakan tindakan untuk menghentikan pencemaran lingkungan yang dilakukan secara terus menerus oleh PT Pajitex Pekalongan.


Dalam aksi ini, perwakilan warga diperbolehkan menemui KASI PIDUM. Pertemuan ini menjelaskan bahwa surat permohonan penangguhan/pengalihan penahanan sudah dilimpahkan kepada PN Pekalongan sehingga, kewenangan penangguhan penahanan sudah berada di pihak PN Pekalongan. Warga Watussalam merasa dibohongi Kejari Kabupaten Pekalongan, pasalnya Kasipidum Kejari Kabupaten Pekalongan berkomitmen akan mengabulkan permohonan penangguhan penahanan 2 (dua) pejuang lingkungan. Namun kenyataanya tanggal 19 Oktober 2021 perkara dengan sangat cepat dilimpahkan ke pengadilan negeri pekalongan sebagai bentuk lempar tanggungjawab.

Setelah itu, perwakilan Tim Kuasa Hukum bersama keluarga serta perwakilan warga mendatangi PN Pekalongan untuk meminta salinan surat penahanan. keluarga korban kriminalisasi kembali memberikan surat penangguhan/pengalihan penahanan kepada PN Pekalongan. 

Kriminalisasi merupakan alat untuk membungkam perjuangan warga Watusalam yang sedang memperjuangkan lingkungan hidup yang baik dan sehat maka dari itu sudah sepantasnya Negara melalu aparat penegak hukum bertindak adil serta melindungi para pejuang lingkungan bukan malah sebaliknya.


Narahubung

Tim Advokasi Melawan Pencemaran Lingkungan Pekalongan ( LBH Semarang, Net Attorney, Walhi Jawa Tengah)

Dera (Walhi Jateng) : 0857 1287 0222

Ipul (Warga Watusalam) : 0816-240-088

Categories : Siaran Pers

Bagikan

Comment

Berita Utama