Terdakwa Penyandang Disabilitas Intelektual Ajukan Penangguhan Penahanan Pada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Semarang

23 March 2020

Siaran Pers

YLBHI-LBH Semarang


Terdakwa Penyandang Disabilitas Intelektual Ajukan Penangguhan Penahanan Pada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Semarang


Semarang, Senin 23 Maret 2020


Terdakwa yang merupakan Penyandang Disabilitas Intelektual  melalui Penasihat Hukumnya dari LBH Semarang mengajukan penanguhan penahan kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri semarang dengan jaminan orang, dalam hal ini ibu dari Terdakwa menjamin penangguhan penahananya. Penangguhan penahanan tersebut merupakan hak dari Terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 31 ayat (1) UU No 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. 


Wendi, Penyandang Disabilitas Intelektual yang tidak tamat Sekolah Luar Biasa saat ini menjadi Terdakwa di Pengadilan Negeri Semarang. Wendi menjadi Terdakwa karena diperalat oleh seseorang yang melakukan tindak pidana pencurian, sementara orang tersebut hingga saat ini belum ditangkap dan diproses hukum oleh kepolisian.


Upaya penangguhan penahanan ini disampaikan oleh LBH Semarang kepada majelis hakim pada persidangan yang digelar di PN Semarang, senin 23 Maret 2020. Penangguhan penahanan ini diperlukan untuk mempermudah Terdakwa dalam menjalani tes kesehatan dan psikologi yang menjadi hak dari penyandang disabilitas yang berhadapan dengan hukum. Sebelumnya LBH Semarang telah mengajukan permohonan pemeriksaan kesehatan dan psikologi kepada Ketua PN Semarang cq Majelis Hakim yang menangani perkara tersebut pada tanggal 18 Maret 2020. Hal tersebut sebagaimana diperintahkan oleh UU No 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas Pasal 30 ayat (1) dan (2).


Selain itu melalui penangguhan penahanan, Terdakwa bisa lebih terjaga kesehatanya karena bisa berkumpul dan mendapatkan perhatian lebih dari keluarga.


LBH Semarang menyayangkan kebijakan PN Semarang yang tetap menggelar persidangan pidana ditengah meluasnya pandemi COVID-19. Pengadilan merupakan tempat interaksi banyak orang, yang tidak menutup kemungkinan dapat menjadi tempat penyebaran COVID-19. Sementara itu, para terdakwa yang ditahan dan tertular COVID-19 di Pengadilan akan menularkan COVID-19 pada ribuan orang yang berada dalam rumah tahanan.


Untuk itu, LBH Semarang meminta kepada Ketua Pengadilan Negeri Semarang untuk:


1. Kabulkan penangguhan penahanan Terdakwa atas nama Wendi Taruna Yuda Wastu, perkara pidana nomor 120/Pid.B/2020/PN. Smg;


Hormat kami, 

Tim Advokasi Melawan Unfair Trial

Etik Oktaviani 083842317409

Naufal Sebastian 085215333803

Categories : Siaran Pers

Bagikan

Comment

Berita Utama